15 Juli 2009

MATAHARI TERBIT DARI SEBELAH BARAT

maka bagi mereka yang tidak mempunyai kesadaran, yang hanya menuruti nafsu, karena dirasa hari masih gelap, malas rasanya untuk bangun, sedang imannya belum ada di dalam hatinya. Ia tidur kembali, atau lebih suka terus-terusan tidur. Tahu-tahu setelah ian bangun dan jadi terkejut bukan buatan. Kenapa?
mimpikah dia? ataukah pandangannya terbalik? kidarkah dia? kenapa dilihatnya matahari pagi itu dari sebelah barat? apakah pemandangan matanya yang terbalik?
Tidak! Tidak! Mereka tidak mimpi, mereka tidak mengigau! Bukan pemandangan mereka yang terbalik! Ini kenyataan. Semua melihat dan mengatakan begitu. Pemandangan mata dihari itu semuanya sama baik tua maupun muda melihat keadaan begitu sama.
Memang benar, matahari sekarang terbit dari sebelah barat! Mengapa begitu? Alamat apakah itu?
Dengan mata terbelalak, dengan mulut menganga, dengan hati penuh tanda tanya.
Penduduk dunia terkejut, semua insan kaget! Dunia menjadi geger!
Oh insan, jangan kamu membuta tuli! Jangan kamu hidup asal mau kesenangan hidup saja! Tahukah kamu!?
Inilah dia suatu tanda! Suatu pertandaan untuk ditutupnya riwayat dunia dan manusia, dan tertutuplah pintu tobat diwaktu itu!
Kalau sudah melihat bukti demikian, barukah kamu mau bertobat? sia-sia tobat kamu.
Setelah kamu saksikan keadaan begitu, barukah kamu mau beriman? Tidak ada gunanya iman kamu. Sudah terlambat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar