28 Juli 2009

PERISTIWA PADANG MAHSYAR

Hadits dari Anas bin Malik, Nabi bersabda :
Bila telah terjadi hari kiamat, bergeloralah manusia bangkit dari kubur tak tentu tujuannya, berbondong-bondong mereka pergi mandatangi kelompok lain untuk membicarakan sesuatu. kemudian setelah mereka mufakat bangunlah mereka pergi untuk mencari Nabi Adam yang dimaksudnya untuk minta penyelesaian. Mereka sudah merasa jemu, bosan, kesal, siang dan malam hanya begitu saja terus menerus di dalam penderitaan. kelaparan dan kehausan yang tidak ada hingganya, tetapi kondisi tubuh mereka tidak seperti tubuh yang dulu, kondisi tubuh mereka di ciptakan lain dari yang lain, meskipun mereka tidak makan dan tidak minum bertahun-tahun, mereka tidak akan lemah dan tidak akan mati karena kelaparan dan kehausan. Tubuh mereka tetap kuat tidak berubah, cuma lapar dan haus yang tidak hilang-hilang dari dalam perutnya, jadi walaupun mereka tidak makan-makan, tidak memberi pengaruh kepada jasmaniah mereka selama-lamanya, tidak otot-otot atau tulang-tulang menjadi lemah karenanya.
Apabila malam hari mereka merasa dingin karena mereka tidak berbaju dan tidak berkain, dan bila siang hari panas luar biasa matahari serasa membakar kulit mereka. Matahari pada waktu itu tinggi dari muka bumi hanya satu mil jaraknya. Sedang dahulu di dunia, matahari yang begitu tinggi dan sampai kecil kelihatannya sudah demikian panas teriknya cahaya matahari, apalagi kalau sudah satu mil tingginya sudah barang tentu kita dapat membayangkan akan bertambah panas lagi.
Tadi diatas kita sudah membaca ayat Al-Qur'an yang berbunyi : "Wajumi'asy-syamsu wal qomar" yang artinya : Matahari dan bulan dilebur dan dijadikan satu oleh Alloh s.w.t dan bisa jadi kelihatan menjadi besar, karena kedua benda itu dijadikan satu. Kita tidak heran, dalam hal ini Alloh sudah memberitahukan dengan Firman-Nya didalam surat Yaasiin ayat 81,82,83 yang bunyinya demikian :
أَوَلَيْسَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَنْ يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ ۚ بَلَىٰ وَهُوَ الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُ

"Dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui."

إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

"Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia."

فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

"Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan."

Nah demikian keadaan alam diwaktu itu yang sudah berubah segala-galanya. Semuanya ini adalah semata-mata karena kekuasaan Alloh. Pada hari itu sudah habis lelakon dari hari dunia, habis punah segala kekuasaan manusia, yang dulu dia gagah, yang dulu dia kaya, yang dulu dia jadi raja, hanya tinggal kenangan saja. Kini tinggal ingatan belaka, sebagai orang bangun tidur, teringat akan mimpinya.
Kini dia bukan mimpi, kini kenyataan yang dulu mereka tidak percaya bangkit kiamat, tidak percaya manusia bisa hidup kembali, tetapi kini fakta dan bukti dirinya benar mengalami, dilihat dan dirasa betul-betul ia bisa hidup lagi.
Sekarang nyata, di lihat matahari sudah berubah, di pandang bumi sudah berbeda. Dilihatnya keadaan manusia seumumnya sama dengan keadaan dirinya yaitu telanjang bulat. Ia akan merasa malu melihat punyanya dilihat orang lain? Malu atau tidak malu tidak menjadi soal, karena lelaki dan perempuan keadaannya sama.
Sama-sama tidak makan dan tidak minum, sama-sama merasa haus dan lapar, sama-sama tidak pakai baju dan kain, dan sama-sama menunggu. Apakah mereka harus menanti sebulan dua bulan, atau setahun dua tahun. Maka teringatlah mereka asal keturunan mereka , teringatlah mereka akan moyang mereka yaitu Adam. Maka kesanalah tujuan mereka, berbondong-bondong pergi mencari Nabi Adam a.s barangkali saja Adam sanggup memberi syafa'at kepada mereka itu.
Syahdan, diwaktu itu bagi mereka yang tidak percaya agama, tidak percaya pada hari kiamat, tinggalah mereka di dalam kebingungan dan kecemasan. Mereka orang-orang kafir tinggal di dalam kekecewaan dan penyesalan. Penyesalan yang tidak ada manfa'atnya dan tidak berfaedah. Pikir dahulu pendapatan sesal kemudian tidak ada gunanya. Maka setelah dilihatnya orang pergi berbondong, lalu mereka turut mengikuti mereka.
Akan tetapi setelah mereka bertemu, Nabi Adam mengangkat pundak mengatakan "nafsi-nafsi" kata mereka : Oh Abul Basyar, dari jauh-jauh kami datang menjumpai anda, kami mengharap syafa'at anda, agar memohon kehadirat Alloh, supaya diselesaikan persoalan kami, kami mohon cepat diadakan pemeriksaan dan penyelesaian, karena kami sekalian sudah tidak tahan terus-menerus cara begini, kami mohon dengan sangat agar anda mohon syafa'at untuk kami.
Jawab Adam a.s.
Jangan kalian gusar, sesungguhnya aku merasa malu untuk memohon apa-apa dari hadirat Alloh, harap kalian maklum, lantaran aku dahulu pun telah membuat kesalahan ketika aku di dalam syurga. Coba kalian datang ke Nabi Nuh.
kemudian mereka datang kehadapan Nabi Nuh a.s. akan tetapi sayang Nabi Nuh mengangkat pundak dan berkata : Nafsi-nafsi" Aku tidak dapat meohonkan apa yang kalian maksudkan. Malu aku memohon sesuatu ke hadirat Alloh karena aku telah merasa membuat dosa kepada Alloh Ta'ala. Pergilah kalian kepada Nabi Ibrahim a.s. yang mana beliau adalah orang yang dinamakan kholilulloh.
kemudian mereka pergi mencari Nabi Ibrahim a.s. setelah mereka bertemu, tetapi Nabi Ibrahim a.s. mengatakan : "nafsi-nafsi" Beliau berkata : "Aku tidak berhak seperti disangka oleh kalian, malu aku memohon apa-apa pada hari ini. Cobalah kalian pergi mendapatkan Nabi Musa, semoga dapat memohonkan maksudmu itu."
Demikianlah mereka berjalan beramai-ramai di Padang Mahsyar pergi mencari syafa'at dari Nabi yang satu sampai kepada Nabi yang lain. Kita sendiri dapat membayangkan betapa sukarnya tentu untuk bisa bertemu dengan Nabi-Nabi itu. Karena manusia di Padang mahsyar hidup semuanya. Manusia di zaman Adam a.s. sampai manusia di zaman kita ini, bukan jutaan lagi jumlah manusia di waktu itu, bahkan miliaran banyaknya. Begitulah tentunya tiap-tiap umat mencari Nabinya. Sebanyak 25 Nabi tentu tidak sedikit jumlah umat itu jika dikumpulan menjadi satu. Umat-umat yang dahulu tentunya mencari Nabinya untuk memohon syafa'at, akan tetapi kesemuanya Nabi mengatakan : "Nafsi-nafsi".
Sudah barang tentu menemui Nabi-nabi tidak semudah yang kita sangkakan, maka untunglah umat Nabi Muhammad s.a.w. yang telah membaca risalah kiamat ini tidak usah mereka mencari Nabi yang lain, cukuplah mencari Nabi Muhammad s.a.w. Maka tidaklah akan menjadi Pusing mencari syafa'at seperti umat-umat yang lain.
Hal semacam ini tentunya berjalan bukan sebulan dua bulan atau setahun dua tahun bahan puluhan tahun. Sedangkan hari akhirat pada sisi Alloh seolah-olah seribu tahun pada hari kita perhitungkan hari dunia.

الْيَوْمُ عِنْدَ اللَّهِ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ . الْأَيَة

"Sehari di sisi Alloh sebanding kadarnya seribu tahun menurut perhitungan kamu"

Nah cobalah bayangkan betapa lamanya mereka harus menderita haus dan lapar. Sedang kita sehari perut merasa lapar sudah tidak dapat tertahan, bagaimana sakit dan pedihnya terasa perut kita, konon lagi sampai bertahun-tahun.
Konon ceritanya, karena dorongan laparlah rupanya yang memaksakan mereka mohon syafa'at kepada Nabi agar cepat-cepat diadakan hisab pada saat-saat itu. Demikian atas petunjuk Nabi Musa agar mereka menghadap Nabi Isa a.s. Tetapi malang, Nabi Isa a.s pun mengatakan : "nafsi-Nafsi" katanya beliau bukan tempatnya untuk dimintakan syafa'at kehadirat Alloh s.w.t. Malah dianjurkannya supaya menghadap kepada Nabi s.a.w. Kemudian mereka datang menghadap kepada Nabi Muhammad s.a.w. untuk meminta syafa'at.
Nabi Muhammad s.a.w. sujud ke hadirat Alloh Ta'alaa, memohon supaya segera diadakan hisab dan Mizanul amal pada hari itu.
Maka atas permohonan Nabi Muhammad s.a.w. kemudian Alloh menyuruh malaikat-malaikat turun ke Padang Mahsyar untuk melakukan tugas-tugas penting hari itu, diantaranya untuk mengumpulkan manusia jangan terpencar di mana-mana. Mereka harus berkumpul satu partai atau jama'ah dari umat-umat itu turut bersama Nabinya. Misalnya umat nabi Adam a.s kumpul sesama umat Nabi Adam a.s. Nabi Idris, umatnya tersendiri kumpul sesama umat Nabi Idris a.s. Umat Nabi Nuh a.s. kumpul sesama umat Nabi Nuh a.s. dan begitu seterusnya tiap-tiap umat Nabi-Nabi. Maka untuk mengumpulkan mereka tentunya tidak sedikit dikerahkan tenaga malaikat. Maka dihari itu akan terlihat umat siapakah yang lebih banyak ke syurga dan umat Nabi manakah yang lebih banyak masuk neraka.

3 komentar:

  1. Asslm..
    Insya Allah ini bacaan yang bermanfaat..
    terima kasih sobat..salam kenal..
    wassalam..

    BalasHapus
  2. terimakasih sobat, kau telah memberiku ilmu yang bermanfaat..!

    BalasHapus
  3. HARAM BANGET jadIi muslim ngeri banget serem, berarti uenak buanget jadi Kristen. Syukur bagi TUHAN YESUS. LUAR BIASA BANGET

    BalasHapus