01 Juli 2009

PROSES KEJADIAN ADAM A.S

Syahdan maka dijadikan pada tubuh Adam ada sembilan rongga atau liang. Tujuh buah liang dikepala, dan dua buah liang di bawah badan letaknya.

Tujuh buah letaknya dikepala :
Dua liang mata
Dua liang telinga
Dua liang hidung
Dan sebuah liang mulut

Yang dua macam dibawah :
Sebuah liang kemaluan dan Sebuah liang Dzubur.

Dijadikan pula lima buah panca indera :
1. Mata alat penglihatan,
2. Hidung alat penciuman
3. Telinga alat pendengaran,
4. Mulut alat perasaan manis, asam dan sebagainya.
5. Anggota tubuh lainnya seperti kulit, telapak tangan yaitu untuk perasa: halus, kasar dan sebagainya.

Ketika Alloh akan jadikan patung Adam, tanah itu dicampuri air tawar, air asin, air anyir, angin, api. Kemudian Alloh resapkan Nurhaknya patung Adam dengan berbagai macam "Sifat".
Lalu patung adam itu digenggam dengan genggaman "Jabarut", kemudian diletakan di dalam "Alam Malakut".
Sesungguhnya tanah yang akan dijadikan "Patung Adam" adalah tanah pilihan sebagaimana diterangkan diatas. Maka sebelum dijadikan patung, tanah itu dicampuri dengan istilah rempah-rempah, wangi-wangian dari Nur Sifat Alloh dan disirami dengan Air hujan "Bahrul-Uluhiyah". Kemudian patung itu dibenamkan dengan air "Khudratul-'Izzah-Nya" yaitu Sifat "Jalal dan Jammal" lalu diciftakan menjadi patung Adam yang sempurna.
Coba perhatikan Firman Alloh dalam Surat Al-Insaan ayat 1 atau sebagaimana awal mula tulisan ini diatas yang bunyinya sebagai berikut:
"Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?"

Yang dimaksudnya Alloh ciptakan alam semesta dan termasuk Adam dalam waktu yang sangat lama, yang tidak dapat ditaksir dan dikira-kira menurut perhitungan manusia zaman sekarang.
Menurut keterangan para 'Ulama, ketika patung Adam diselubunginya dalam waktu 120 tahun. 40 tahun ditanah kering, 40 tahun di tanah yang basah dan 40 tahun yang hitam dan berbau. Kemudian Alloh rubah patung Adam dengan patung kemuliaan. Maka tertutuplah pemandangan mata malaikat daripada melihat hakikat yang sebenarnya.
Mereka memandang rendah akan bakal kejadian Adam lantaran menurut penglihatan yang nyata asal kejadian Adam. Tiada lain sebabnya dari kurang ma'rifatnya mereka.
Memang pada malaikat telah mengetahui bahwa Adam ini akan menjadi Khalifah Tuhan di dunia. Sudah tentu mereka tentunya merasa heran, mengapa orang yang akan menjadi khalifah Tuhan demikian asal kejadiannya.
Berbeda dengan mereka bangsa malaikat, yang mereka tahu bahwa asal kejadian mereka dari cahaya.
Demikian pula Ruh, ketika ruh itu diperintah masuk kedalam patung Adam, ia pun merasa enggan. Segan dan malas untuk masuk kedalam tubuh Adam yang masih merupakan patung yang kini sudah mengeras seperti batu. Ruh itu bukan masuk, malah ia berputar-putar, mengitari patung Adam yang terhantar disitu dikelilingi malaikat yang menyaksikan seperti Jibril, Mika'il, israfil, Izra'il dan lain-lain malaikat lagi.
Kemudian Alloh menyuruh malaikat Izra'il untuk memaksakan ruh itu masuk kedalam tubuh Adam. Lalu akhirnya ruh itu mau tidak mau ia terpaksa menyerah di tangan Izra'il. Ia di masukan kedalam tubuh Adam, lalu ruh itu masuk perlahan-lahan sampai batas kepalanya saja 200 tahun lamanya.
demikianlah Alloh memberi kekuatan kepada Izra'il dapat memasukkan ruh itu kedalam tubuh kasar Adam. Dahulu Izra'il yang ditugaskan mengambil tanah untuk Adam, dan kini dia pula yang ditugaskan untuk memasukan ruh ke dalam tubuh Adam. Dan kemudian nanti Izra'il pulalah yang ditugaskan untuk mencabut nyawa Adam.
Setelah ruh itu meresap di dalam kepala Adam, lalu terjadilah otak, dan tersusun urat-urat syarafnya dengan sempurna, yaitu seperti telah dikatan selama 200 tahun.
Kemudian terjadilah matanya, seketika itu matanya melek terbuka melihat dan melirik kekiri dan kekanan. Ia juga melihat ke bawah yang sebagian badannya masih merupakan tanah keras. Dilihatnya kiri dan kanan para malaikat yang sedang menonton kejadian dia. Ketika itu telinga Adam telah dapat mendengar betapa para malaikat mengucap Tasbih memuji kebesaran Alloh, dengan macam-macam ucapan kalimat tasbih dengan lagu-lagu yang merdu sekali dan mengasyikan.
Kemudian ketika ruh sudah sampai batas hidungnya lalu ia bersin, serta mulutnya terbuka. Ketika itu Alloh ajarkan mengucap "Alhamdulillah". Itulah ucapan Adam pertama kali di hadhirat Alloh. lau Alloh berkata: "yarkhamukallooh" yang artinya "Semoga engkau diberi Rohmat Alloh".
Oleh karena itu jika orang bersin menjadi ikutan, sunat mengucap : "Alhamdulillah" dan orng yang mendengarnya sunat mengucap : "Yarkhamukalloh".
Kemudian ketika ruh sampai di dadanya, tiba-tiba saja ia mau bangun. Padahal sebagian badannya ke bawah masih menjadi tanah keras. Disini menunjukan sifat manusia yang suka tergesa-gesa (tidak sabaran) Sebagaimana Firman Alloh dalam Surat Al-Isra' ayat 11 :

وَكَانَ الْإِنْسَانُ عَجُولًا

"Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa".

Maka ketika ruh itu sampai dimana perutnya maka terjadilah susunan isi perutnya dengan sempurna, maka seketika itu terasalah lapar. Kemudian ruh itu terus meresap sampai keseluruh tubuh Adam, tangan , kaki lau terjadi darah, daging, tulang, urat-urat, berkulit dengan sempurna yang mana kulit itu kian lama kian bagus dan halus.
Begitulah proses kejadian-kejadian tubuh Adam.
Menurut riwayat ketika Adam masih berada di syurga sangat bagus sekali kulitnya, tidak seperti warna kulit kita sekarang ini. Karena setelah Adam diturunkan ke dunia, terjadilah warna kulitnya. Sebagai peringatan, yang masih tertinggal warnanya hanya pada kuku manusia. Hal ini kita bisa lihat meskipun orang kulitnya hitam, tapi warna kuku adalah sama, ialah putih kemerah-merahan.
Suatu keterangan bahwa Nabi Adam a.s dijuluki Abul-Basyar : "Bapaknya manusia" dan Nabi Muhammad s.a.w. dijuluki "Abul-Ruh" atau "Abul-Arwah" artinya "Bapaknya segala ruh".
Marilah kita teruskan riwayat Adam!
Setelah kejadian Adam dengan sempurna, sebagai manusia baru, dialah jenis makhluk manusia yang pertama. Wajahnya bagus simpatik, ganteng, pendek kata semua malaikat merasa kagum melihatAdam yang begitu bagusnya. Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa makhluk yang asalnya dari tanah, kini kelihatan bagus dan indahnya. Baik raut mukanya atau potongan tubuhnya.
Adam berganti rupa dengan memakai pakaian kebesaran dari Syurga, dengan memakai mahkota yang ditatah intan berlian, yang menambahkan keagungannya yang layak sebagai seorang raja atau khalifah. Tampaklah Adam dilihat oleh para malaikat, sangat anggun dan berwibawa. Cocok pribadinya sebagai seorang raja. Adam duduk di kursi keemasan, yang bertatah intan permata, dikelilingi oleh para malaikat.
Kemudian setelah Adam duduk di atas kursi, lalu diusung oleh empat orang malaikat dan diiringi oleh beberapa banyak malaikat pula untuk di arak dan di perkenalkan di langit yang pertama sampai ke langit yang ketujuh, sampai ke Syurga.
Di sanalah Adam dapat melihat segala barang yang ajaib daripada ciptaan Tuhan. Adam dapat menyaksikan dengan mata kepala akan kebesaran dan kerajaan Alloh yang meliputi langit dan bumi.
Selain dari itu agar supaya para malaikat dan para makhluk lainnya dapat mengetahui akan kadar ketinggian derajatnya Adam disisi Alloh, ialah yang akan diangkat kelak menjadi khalifah Tuhan dimuka bumi.
Menurut riwayat kurang lebih 100 tahun lamanya Adam diarak oleh para malaikat. Dan selesai Show-Acting itu, lalu Adam dibawa ke Syurga, yaitu tempat Adam mula-mula dijadikan.
Kemudian datanglah Jibril membawa seekor kuda kendaraan dari syurga. Bagus sekali kuda itu, berbulu warna hijau kumbang, serta bersayap sangat indah sekali, berkilau-kilauan, serta harum baunya. Kuda itu dapat bicara seperti manusia, dibelakangnya terdapat tempat duduk yang aman. Jibril memegang kendali, mikail duduk sebelah kanan Adam dan Israfil duduk sebelah kirinya.
Diceritakan di mana saja Adam bertemu Malaikat, ketika Ia di arak, selalu ia mengucap السلام عليكم yang dijawab oleh para malaikat وعليكم سلام kata Alloh : "Hai Adam, beginilah penghormatanmu yang akan di ikuti oleh anak cucumu sampai hari kemudian".

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar